Sabtu, 31 Desember 2016

definisi pendidikan

1. Definisi pendidikan menurut kamus besar bahasa Indonesia  “proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan”.
2. Definisi pendidikan menurut (Muhammad Rifai, 2011:7) Pendidikam merupakan proses ketika kekayaan budaya nonfisik dipelihara atau dikembangkan dalam pengasuh anak-anak.
3. Definisi pendidikan menurut (Ki Hadjar Dewantara, 1977:14) Pendidikan itu merupakan daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak, selaras dengan alam dan masyarakatnya.
4. Dengan self awareness dan self insight, peserta didik dapat “terhubung” dengan dirinya dan mempunyai pemahaman lebih tentnag dirinya (Agus Wibowo, 2013).

5. Menurut Undang-Undang system pendidikan nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 tahun 2003, pada pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

definisi sistem

1. Pengertian sistem Menurut Arifin Rahman | Sistem adalamWebster New Collegiate Dictionary bahwa terdapat kata “syn” dan “Histanai” yang berasal dari bahasa Yunani berarti menempatkan bersama. Bahwa pengertian sistem adalah suatu kumpulan pendapat pendapat, (collection of opinions), prinsip prinsip (principles), dan lain lain yang membentuk suatu kesatuan yang berhubung hubungan satu sama lain.
2. Pengertian sistem menurut Ludwig von Bertallanffy |  Bahwa sistem adalah sekumpulan unsur unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi.
3. Pengertian sistem berdasarkan A.Hall dan R. Fagen | bahwa pengertian sistem adalah sekumpulan objek, yang mencakup hubungan diantara objek tersebut (understanding of the system is a set of objects, which includes the relationship between the object), serta hubungan antara sifat yang mereka miliki (the relationship between their properties).
4. Pengertian sistem menurut Colin Cherry | Bahwa sistem adalah suatu keseluruhan yang dibentuk dari banyak bagian_suatu assambel dari berbagai macam sifat dan bagian bagian tersebut.
5. Pengertian sistem menurut Pamudji | bahwa sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisir (An overall roundness or complex or organized), suatu himpunan atau perpaduan hal hal atau bagian bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan utuh ((a set or mix of things or parts forming part of a roundness or complex whole and intact)). Suatu kebulatan atau keseluruhan yang utuh, dimana didalamnya terdapat komponen komponen yang pada gilirannya merupakan sistem tersendiri (A determination or unified whole, in which there are components which in turn is a separate system) yang memiliki fungsi masing masing yang saling berhubungan satu dengan lainnya menurut pola, tata atau norma tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan (has the function of each are interconnected to one another according to a pattern, system or certain norms in order to achieve a goal.).
6. Sedangkan menurut Prajudi bahwa pengertian sistem adalah suatu jaringan dari prosedur prosedur yang berkaitan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dan suatu usaha ataupun urusan.
7. Pengertian Sistem menurut W.J.S. Poerwadarminta | bahwa sistem adalah sekelompok bagian bagian atau alat dan sebagainya yang bekerja bersama sama untuk melakukan sesuatu maksud.
8. Pengertian sistem menurut Sumantri | bahwa sistem adalah sekelompok bagian bagian yang bekerja bersama sama untuk melakukan suatu maksud. Bila terjadi kerusakan terhadap salah satu bagian maka sistem atau seluruh bagian tidak akan dapat menjalankan tugasnya sepenuhnya. Dengan kata lain, maksud yang hendak dicapai tidak akan terpenuhi atau setidak tidaknya sistem yang telah terwujud akan mendapat gangguan.
9. Pengertian sistem menurut Musanef | bahwa Sistem adalah suatu sarana yang menguasai keadaan pekerjaan agar dalam menjalankan tugas dapat diatur, dan sistem adalah suatu tatanan dari hal hal yang paling berkaitan dan berhubungan sehingga membentuk satu kesatuan dan satu keseluruhan
10. Pengertian sistem menurut Inu Kencana Syafi’ie | bahwa sistem adalah kesatuan yang utuh dari sesuatu rangkaian yang terikat satu dengan yang lainnya. Bagian kecil atau anak cabang dari suatu sistem, menjadi induk sistem dari rangkaian selanjutnya. Keadaan tersebut yang akan terus terjadi hingga tiba pada saat adanya bagian yang mengganggu kestabilan itu sendiri.

Permintaan


1.      Definisi permintaan
a.       James L. Pappas
Permintaan sebagai jumlah atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh pelanggan selama periode tertentu berdasarkan kondisi tertentu.
b.      Prof.Dr. Winardi
Permintaan sebagai jumlah suatu barng bersedia dibeli pembeli pada setiap harga tertentu, pada pasar tertentu, dan pada saat tertentu.
Permintaan jika dilihat dari sisi produsen adalah permintan terhadap barang atau jasa karena diperlukan sebagai masukan atau input dalam kegiatan proses produksi, sedangkan bagi konsumen permintaan di dasarkan pada adanya kebutuhan.
2.      Macam permintaan
a.       Permintaan efektif
Permintaan dari konsumen yang disertai dengan kemampuan membayar atau membeli.
b.      Permintaan potensial
Adalah permintaan yang emiliki kemampuan untuk membeli akan tetai belum melaksanakan pembelian tersebut
c.       Permintaan absolute
Adalah permintaan yang tidak berdaya guna.
Permintaan absolute ialah permintaan efektif ditambah dengan permintaan poensial
3.      Factor yang mempengaruhi permintaan
a.       Harga barang itu sendiri
b.      B. perubahan pendapat masyarakat
c.       Intensitaas kebutuhan
d.      Perubahan peradaban
e.       Pertambahan penduduk
f.       Perubahan selera konsumen
g.      Harga barang yang berkaitan
4.      Hokum permintaan
Menyatakan hubungan perbandingan terbalik antaraperubahan harga dan perubahan jumlah permintaan, sebagai berikut.
Jumlah barang dan jasa yang diminta akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apabila harga naik padaperiode tertentu.
5.      Kurva

Adalah kura yang menggambarka hubungan antara harga jumlahpermintaan danpembelian.

PENDEKATAN BIMBINGAN

a.       Pendekatan krisis
Adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah.
Dalam pendekatan ini konselor menunggu klien yang datang , selanjutnya mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan klien.
Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh aliranpsikoanalisis.
Psikoanalisis terpusat pada pengaruh masa lampau sebagai suatu hal yang menentukan bagi berfungsinya kepribadian pad masa kini
b.      Pendekatan remedial
Adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada indiidu ang mengalami kesulian.
Dalam pendekatan ini konselor memfokuskan pada kelemahan-kelemahan individu yang selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.
Pendekatan ni banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi behavioristik. Pendekatan behavioristik menekankan pada perilaku klien disini dan saat ini. Perilaku saat ini dari individu dipengaruhi oleh suasana lingkungan pada saat ini pula.
c.       Pendekatan preventif
Adalah upaya bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum individu dan mencoba mencegah jangan sampai terjadi masalah tersebut pada individu. Konselor berupaya untuk mengajarkanpengetahuan dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.
                Pendekatan kuratif ini tidak didasari oleh teori tertentu yang khusus. Pendekatannya dapat dikatakan mempunyai banyak teknik terapi, tetapi hanya sedikit konsep.
d.      Pendekatan perkembangan
Visi bimbingan dan konseling adalah edukatif, pengembangan, dan outreach. Edukatif, karena titik berat kepedulian bimbingan dan konseling adalah edukatif, pengembangan, dan outreach. Edukatif, karena titik berat kepedulian bimbingan dan konseling terletak pada pencegahan dan pengembangan bukan pada korektif atau tarapeutik. Pengembangan, karena titik sentral tujuan bimbingandan koseling adalah perkembangan optimal.

Outrach, karena target populasi layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas kepada individu bermasalah dan dilakukan secara individual. Teknik yang digunakan dalam bimbingan dan konseling perkembangan adalah pembelajaran, pertukaraninformasi, bermain peran, tutorial, da konseling (muro and kottman, 1995:5)

TATA HUKUM INDONESIA


1)      UUD 1945 merupakan hokum dasar tertulis NKRI yang memuat garis-garis besar hokum dalam penyelenggaraan negara.
2)      Ketetapan MPR-RI adalah keputusan MPR yang mengikat ke dalam dan keluar sebagai pengemban kedaulatan rakyat yang ditetapkan dalam sidang-sidang majlis.
3)      Undang-Undang adalah untuk melaksanakan UUD 1945 dan ketetapan MPR-RI
4)      Perpu: dibuat okeh presiden dalam kepentingan yang memaksa.
5)      Peraturan pemerintah: dibuat oleh pemerintah untuk melaksanakan pemerintah UU
6)      Keputusan presiden: bersidat mengatur dibuat oleh presiden.
7)      Peraturan daerah: peraturan untuk pelaksanaan aturan hokum diatasnya dan menampun kondisi khusus dari daerah yang bersangkutan.
Berdasarkan wujudnya:
a.       Hokum tertulis: dalam bentuk tulisan dan dibukukan.
b.      Hokum tidak tertulis: tidak dibukukan. Contohnya: konvensi.
Berdasarkan wilayah berlakunya:
a.       Hokum local: berlakunya hanya di satu daerah. Contoh: perda.
b.      Hokum nasional: berlaku hanya di satu negara. Contoh: UUD 1945
c.       Hokum internasional: berlaku dua negara atau lebih. Contoh: traktat.
Berdasarkan waktu yang diaturnya
a.       iuas constitute: hokum yang berlaku sekarang atau saat ini.
b.      Ius contituendum: hokum berlaku di masa yang akan datang (RUU)

c.       Hokum antarwaktu: hokum berlaku dimasa kini dan masa lalu

Negara

1.       Definisi negara
Negara adalah organisasi didalamnya terdapat rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintahan yang berdaulat (baik kedalam maupun keluar)
2.       Unsure-unsur terbentuknya negara
a.       Kontitutif
Unsure pokok dalam sebuah negara
Terbagi menjadi 3, yaitu:
1)      Rakyat
terbagi dua,
Dihubungkan dengan daerah
a.       Penduduk, orang yang menetap di suatu daerah secara turun temurun
b.      Bukan penduduk adalah yang tinggal di suatu daerah wilayah negara hanya untuk sementara waktu. Contoh: turis asing.
Dihubungkan dengan negara
a.       Warga negara adalah orang yang secara hokum merupakan anggota dari suatu negara.
b.      Bukan warga negara adalah orang yang beada pada suatu negara tapi secara hokum tidak menjadi anggota dari suatu negara tersebut. Contohnya: dubes, pedagang asing.
2)      Pemerintahan berdaulat
3)      Wilayah
Terbagi 3, yaitu
1.       Daratan
Batas daratan terbagi tiga, yaitu:
a)      Batas alam
b)      Batas buatan
c)       Batas menurut ulmu pasti
2.       Batas laut (12 mil dari garis pantai)
a)      Batas laut territorial
b)      Batas zonz bersebelahan (24 mil)
c)       ZEE (200 mil)
d)      Batas landa benua (>200 mil)
3.       udara
b.      Unsur deklaratif
Pengakuan dari negara lain baik secara de facto maupun de jure.


BENTUK INTERAKSI SOSIAL BERDASARKAN SIFATNYA


1.       Iteraksi sosial yang bersifat asosiatif
a.       Kerja sama
Ialah bentuk utama dari proses interaksi sosial karenapada dasarnya individu/kelompok melaksanakan interaksi sosial untuk memenuhi kebutuhan bersama.
b.      Akomondasi
Yaitu proses pertentangan/konflik untuk mencapai kestabilan.
Tujuan akomondasi:
a)      Mengurangi pertentangan akibat perbedaan paham
b)      Mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu
c)       Mewujudkan kerja sama antara kelompok-kelompok terpisah
c.       Asimilasi
Yiru proses yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara interaktif dalam jangka waktu lama.
d.      Akulturasi
Ialah suatu proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat dengan satu kebudayaan dihadapkan pada unsure-unsur kebudayaan asing.
Unsure yang menjadi masalah dalam perubahan sosial budaya yaitu:
1)      Unsure yang mudah dan sukar diterima
2)      Ketegangan dan konflik sosial yang timbul akibat adanya proses akulturasi.
2.       Interaksi sosial yang bersifat disosiatif
Mengarah kepada bentuk-bentuk pertentangan/konflik.
a)      Persaingan (competition)
Adalah suatu proses soaial yang melibatkan individu/kelompok dalam mencapai keuntungan melalui bidang kehidupan yang pada suatu saat tertentu menjadi pusat perhatian umum tanpa ancaman/kekerasan.
b)      Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan/konflik
c)       Permusuhan
Adalah keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi/menjadi penghalang bagi individu/kelopok melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.
Hal yang menyebabkan permusuhan antara lain
1)      Berprasangka buruk kepada pihak lain
2)      Individu kurang dapat mengendalikan emosi
3)      Adanya masalah tertentu dll
d)      Konflik sosial
Macam-macam konflik antara lain:
1.       Konflik individu dengan individu
2.       Antar kelas sosial
3.       Rasial (ras)
4.       Politik
5.       Bangsa dengan bangsa.